Kemarin stasiun televisi MetroTV menayangkan siaran quick count sementara Pilpres 2019 yang menjadi viral.

Ia menjadi viral lantaran tayangan itu memuat grafis hasil quick count sementara Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang membuat keliru pemirsa.

Tayangan tersebut telah ditayangkan pada siaran pukul 15.12 WIB, 17 April 2019 di MetroTV.
Dalam siaran tersebut, MetroTV menampilkan hasil sementara quick count dari 6 lembaga survei, yaitu LSI Denny JA, Indobarometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking dan Voxpol.

Hari ini, Kamis (18/4/2019) pihak MetroTV menerusi akun Instagram resmi mereka, @metrotv memberi klarifikasi terkait siaran quick count sementara Pilpres 2019 tersebut.



Mereka menyatakan ada kesalahan teknis dalam tayangan 17 April 2019 pukul 15.12 WIB itu. Berikut klarifikasi MetroTV:

"Klarifikasi Grafis Data Hasil Sementara Quick Count Pilpres 2019. Terdapat kesalahan teknis dalam penayangan grafis data hasil sementara penghitungan cepat Pilpres 2019 pada pukul 15.12 WIB.

"Di dalam tayangan tersebut terdapat perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar," ungkap Metro TV sembari menyertakan link data terakhir penghitungan suara yang benar.

Dilansir dari Detikhot.com, dalam grafis tersebut, Prabowo-Sandiaga unggul atas Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, grafis tersebut memuat logo lembaga survei yang tertukar-tukar, setidaknya ada 4 logo lembaga survei yang tertukar dalam grafis itu

Grafis tersebut berbeda dengan election ticker yang menampilkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sejumlah netizen yang merekam tayangan MetroTV per pukul 15.12 WIB tersebut menyoroti pembicara di acara yang disebut netizen kebingungan melihat data itu.

Sumber: Detikhot.com
Instagram: MetroTV
Kredit Foto: CNBC Indonesia

Oleh: Maliah Surip