Syakir Daulay tidak mempersiapkan diri secara berlebihan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadan. Ia hanya mempersiapkan kondisi fisik dan mentalnya saja agar kuat berpuasa sampai ba'da maghrib.

"Ya yang disiapin yang pasti tenaga, dan juga pastinya vitamin ya. Jadi persiapan luar dalam, luarnya jaga kesehatan dalamnya kebersihan hati," kata Syakir Daulay ketika ditemui di kawasan Jakarta, belum lama ini.

Pria berusia 19 tahun itu meminta maaf kepada semua orang atas semua dosa-dosa dan perilakunya yang membuat orang disekelilingnya merasa tidak nyaman dan risih.

Penyanyi religi dan pemain film itu punya harapan besar ramadan ditengah pandemi covid-19, tidak menghalanginya untuk bersilaturahmi dengan Masjid.

Sebab, Syakir merasa tidak bisa bersilaturahmi dengan masjid ketika menjalankan ibadah di bulan suci ramadan tahun 2020 lalu, ketika virus covid-19 menyebar keseluruh dunia dan khususnya Indonesia.

"Iya ramadan tahun ini kita berharapnya ga sesepi tahun kemaren yah ramadannya, kalau berkah sih pasti ya," ucapnya.

"Ya gua berharap ramadan tahun ini bisa kembali seru seruan teraweh dan juga buka puasa bareng di masjid. Karena ramadan itu kan yang dicari selain pahalanya, yang dicari bersilaturahmi itu kan," tambahnya.

Tapi, pria kelahiran Aceh, 10 Januari 2002 itu kaget dan tidak menyangka mendengar kabar Pemerintah meminta masyarakat untuk solat di rumah saja bukan di masjid. Sebab, ia takut akan menjalani ramadan di tahun 2021 sama seperti tahun lalu.

"Ya gua sangat menyayangkan ya, tapi bukan berarti menentang ya. Karena memang ada aturan Pemerintah ya. Cuma ada rasa Yah gitu," ungkapnya.

Jika diambil positifnya, Syakir merasa ada baiknya mengikuti Pemerintah untuk solat di rumah saja. Karena, banyak manfaat yang diterima jika solat di rumah untuk momentum sekarang ini.

"Tapi taraweh di rumah jadi pembelajaran keluarga yang tadinya gak pernah solat bareng jadi solat bareng. Ya ada hal positif. Kalau memang masih seperti ramadan tahun lalu kita nikmatin aja sih," pungkasnya. (herco)